Nah kotoran pertama ini biasanya berwarna kehijau-hijauan, dan dalam bahasa kedokteran disebut Mekonium. Mekonium ini terbentuk dari cairan ketuban yang tertelan saat bayi masih di dalam kandungan, dan berada di dalam ususnya sejak 3 bulan sebelum dilahirkan. Seperti hal yang pernah kami alami pada kelahiran putri pertama kami di mana satu hari setelah proses kelahirannya, putri kami pup dengan bentuk seperti kotoran kambing sebanyak tiga butir dan orang tua kami menyebutnya sebagai "kotoran gagak."
Mekonium ini akan terdesak keluar segera setelah bayi mulai menyusu, sebab ASI merangsang sistem pencernaan bayi untuk melakukan tugasnya. Setelah keluar Mekonium, pup yang dikeluarkan bayi akan berubah-ubah warna dan bentuk sesuai komposisi senyawa di dalam ASI yang diberikan.
Berikut perubahan dan peralihan warna berdasarkan asupan gizi dari ASI yang perlu kita ketahui:
- Berbentuk cairan berwarna hijau atau kuning
Biasanya ini adalah kotoran transisi antara mekonium dan kotoran yang terbentuk dari “sampah” ASI. Kotoran seperti ini keluar selama beberapa hari setelah bayi lahir. - Berbentuk mirip butiran beras, warnanya kuning cerah dan baunya agak asam
Ini merupakan kotoran yang dihasilkan setelah bayi mengkonsumsi ASI secara teratur. - Berbentuk agak padat warna kuning pucat atau kuning kecoklatan, bau agak asam/tajam
Ini kotoran yang dihasilkan bayi yang diberi susu formula selain ASI. - Berbentuk cair, tanpa ampas dan warnanya hijau
Nah kalau yang ini menandakan bahwa bayi mengalami diare, bunda. - Berbentuk bulat seperti kotoran kambing, padat, keras dan warnanya hitam
Kalau yang ini si bayi mengalami sembelit.
Note:
Jika tiba-tiba pup bayi berubah baik dari segi bentuk atau warna dan disertai dengan reaksi menangis dan rewel, maka kita perlu memberi perhatian ekstra. Terutama pada sang ibu yang harus menjaga dan memperhatikan kandungan gizi dan vitamin pada makanan dan minuman yang akan dikonsumsi karena hal ini sangat berpengaruh pada komposisi gizi dalam ASI yang diproduksi yang kemudian akan dikonsumsi oleh si bayi.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita mengenai kondisi kesehatan bayi
0 comments:
Post a Comment