Sebagai orangtua tentunya akan senang dan bahagia jika melihat buah hatinya tumbuh sehat dan cerdas. Namun kecerdasan seorang anak tidak dapat berkembang sempurna jika anak tersebut tidak memiliki kepercayaan diri. Oleh karena itu, kita dapat melatih kepercayaan diri mereka sejak dini, sebaiknya lakukan sebelum dia masuk dunia interaksi yakni prasekolah. Dukungan dan motivasi orangtua akan membuat mereka semakin menonjol di antara teman-temanya.Banyak orang tua yang baru menyadari betapa kurangnya percaya diri anak ketika mereka mulai memasuki dunia sosial kecilnya, yaitu prasekolah. Sebelum masa itu datang, rasa ragu dan malu yang melanda anak saat harus berinteraksi dengan orang luar masih belum dipandang sebagai masalah dan cenderung dimaklumi. Ada baiknya kita mulai melatih buah hati sejak dini agar tidak menjadi “jagoan kandang’ saja.
Sejak bayi, bebaskan dirinya untuk bereksplorasi. Hindari memberikan terlalu banyak batasan saat bermain maupun beraktivitas sehari-hari. Anak yang dibiarkan berekplorasi untuk memuaskan rasa ingin tahunya bisanya akan berkembang menjadi anak yang kreatif dan cerdas. Anak cerdas dan kreatif biasanya juga akan lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan dunia luar.
Beberapa cara berikut mungkin dapat membantu anda khususnya para orangtua dalam membangun dan menumbuhkan rasa percaya diri anak
- Tanamkan citra diri yang baik terhadap dirinya sendiri sejak belia. Buat ia merasa bahwa ia adalah anak yang berharga dan dibanggakan oleh bunda dan ayahnya. Sampaikan citra diri positif ini lewat kata atau pesan tersirat lewat interaksi antara anak dan orang tua. Dengan sendirinya nak pun akan belajar penuh keyakinan tinggi.
- Ketika kerabat datang berkunjung ke rumah, pancing anak untuk tampil dan mempertunjukkan kepintarannya-menyanyi, berhitung, atau sekedar bercerita tentang pengalaman berjalan-jalan bersama ayah dan bunda minggu lalu. Interaksi dengan orang yang telah dikenal tetapi jarang ditemui bisa menjadi langkah awal untuk mengasah keberanian serta rasa percaya dirinya. Kepercayaan diri dipupuk dari sikap berani dan tidak malu-malu dalam bertindak.
- Saat makan bersama di restoran, dorong mereka –apabila ia sudah lancar berbicara dan berjalan-untuk mengemban tugas meminta bon pada kasir, atau memanggil pelayan untuk meminta sendok atau piring tambahan untuknya. Ketika ia mau melakukannya, berikan pujian yang tulus sehingga di lain waktu ia mau melakukannya lagi.
- Ketika dia sudah mulai masuk usia prasekolah, sering-seringlah mengajak mereka untuk berbicara, bercerita atau menciptakan obrolan kecil, dengan menceritakan atau memberitahu bahwa ia sudah besar dan sebentar lagi sekolah. Berikan gambaran padanya bahwa bersekolah itu menyenangkan-ia akan bertemu banyak orang baru dan belajar hal baru. Dengan mempersiapkan diri mereka sebelum terjun ke dunia luar akan membuat rasa percaya diri dan mental mereka lebih tebal, sebab mereka tahu apa yang kira-kira akan dihadapinya dan atau bahkan mereka akan antusias untuk menghadapinya.
- Pujian. Semakin sering anda memuji anak, maka si anak pun akan semakin percaya diri. Hindari hal-hal atau menyebutkan sesuatu mengenai keburukannya dan perbanyak memuji perilaku baiknya. Alihkan sikap kritis anda ke arah yang lebih baik dan selalu katakan padanya, bahwa Anda yakin dia pasti bisa.
- Penerimaan. Berusahalah menerima anak anda apa adanya dan selalu menyampaikan kata-kata yang mendorongnya untuk maju. Melihat anak lain tampil lebih “bersinar” daripada anak anda sendiri kadang-kadang bisa membuat anda jadi cenderung ingin menuntut anak anda lebih banyak. Tuntutan yang terlalu besar akan membuat anak tertekan dan frustasi.
- Pemahaman. Cobalah untuk memahami anak, tempatkan diri anda pada posisi mereka, tentunya anda juga pernah seusianya, dan cobalah mengingat kembali hal-hal yang bisa membuat anda menjadi kurang percaya diri, ingat kembali perasaan apa yang bisa membuat anda bisa demikian. Lalu, terapkan pada mereka.
- Positif. Segala hal yang positif akan membawa hasil yang positif pula. Jika anda memberi perhatian lewat senyuman tulus, selalu menatap matanya dengan semangat, dan menunjukkan rasa tertarik akan apa yang mereka lakukan, itu akan membuatnya merasa aman dan nyaman, sehingga dengan sendirinya bisa berkreasi tanpa hambatan emosional apa pun.
0 comments:
Post a Comment